Langsung ke konten utama

Wajah KKN Kita Ada di PDD ??

Wajah KKN Kita Ada di PDD ??


Divisi PDD punya peran yang sangat penting dalam keberhasilan publikasi dan dokumentasi kegiatan KKN. Sayangnya, hal ini belum terlihat maksimal. Beberapa kegiatan berlangsung tanpa dokumentasi yang rapi, bahkan ada momen penting yang terlewat begitu saja. Padahal, publikasi bukan hanya soal unggah-unggah foto, tapi juga bagaimana sebuah kegiatan bisa menjadi rekam jejak kolektif yang bisa dibanggakan bersama.

Yang cukup disayangkan, inisiatif dari beberapa anggota divisi PDD masih sangat rendah. Saat momen berlangsung, mereka lebih sering pasif dan menunggu disuruh. Bukannya muncul dengan ide kreatif atau menawarkan bantuan, malah terkesan acuh. Sikap seperti ini tentu menyulitkan koordinasi, dan akhirnya hasil dokumentasi pun jadi seadanya.

Soal kompetensi juga jadi catatan penting. Masih ada anggota yang belum memahami dasar-dasar dokumentasi visual, mulai dari pengambilan gambar, penataan feed, hingga penyusunan narasi caption. Beberapa konten yang dipublikasikan pun terlihat asal-asalan, tidak mewakili semangat kegiatan atau esensi pesan yang ingin disampaikan. Padahal, tools dan waktu belajar itu tersedia—tinggal kemauan dan keseriusan saja yang diuji.

Perlu diingat, berada di Divisi PDD bukan cuma urusan "angkat kamera lalu selesai." Ini tentang bagaimana kita menjadi jembatan komunikasi antara kegiatan lapangan dan publik yang lebih luas. Ketika anggota divisi tidak menunjukkan minat, tidak mau belajar, dan tidak terbuka untuk evaluasi, maka yang rugi bukan cuma divisi, tapi seluruh tim KKN.

Kritik ini bukan bermaksud menjatuhkan, tapi untuk membuka mata dan membangun kesadaran. Semua orang bisa belajar, semua bisa berkembang, asal mau menerima masukan dan keluar dari zona nyaman. Jangan tunggu ditegur berkali-kali baru bergerak. Profesionalitas dibentuk dari kebiasaan bertanggung jawab, meski dalam skala kecil sekalipun.

Akhir kata, semoga kritik ini bisa jadi cermin dan pemantik semangat. Masih ada waktu untuk memperbaiki, untuk saling dukung dan menumbuhkan rasa memiliki terhadap peran masing-masing. PDD bukan sekadar dokumentasi—ia adalah wajah dari seluruh kerja keras kita di KKN ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Debat Kedua Pilwali Blitar Soroti Pelayanan Publik, Hadirkan Pertanyaan dari Masyarakat

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Blitar mengadakan debat publik kedua bagi calon Walikota dan Wakil Walikota Blitar di Hall Kagawara, Jl. Anjasmoro, Rabu malam (30/10/2024). Pada debat kali ini, selain memberikan kesempatan kedua pasangan calon untuk memaparkan ide-ide mereka mengenai pelayanan publik dan solusi daerah, KPU Kota Blitar juga memperkenalkan sesi inovatif. Di segmen ke-4 dan ke-5, pertanyaan langsung dari masyarakat disampaikan untuk menggali lebih dalam visi-misi pasangan calon, yang membuat debat berjalan dengan suasana baru. Ketua KPU Kota Blitar, Rangga Bisma Aditya, menjelaskan bahwa tema debat "Pelayanan Masyarakat dan Solusi Permasalahan Daerah" dipilih agar para calon pemimpin dapat menyampaikan pandangan mereka tentang arah pembangunan Kota Blitar lima tahun ke depan. Tema ini juga mencakup isu-isu penting, seperti korupsi, pengelolaan keuangan yang transparan, dan kemajuan teknologi informasi. Inovasi pertanyaan dari masyarakat ini memungkinkan warga i...

UJIAN TENGAH SEMESTER MTS 5 TULUNGAGUNG

  Tulungagung  – Pada hari ini, Sabtu (5/10/2024), seluruh siswa di MTsN 5 Tulungagung melanjutkan pelaksanaan Ujian Sumatif Tengah Semester (UTS) semester ganjil tahun ajaran 2024/2025. Ujian hari ini mengujikan dua mata pelajaran, yaitu Matematika dan Akidah Akhlak. Siswa kelas 7 dan 9 mengikuti ujian mulai pukul 08.00 hingga 09.40 WIB, sementara siswa kelas 8 memulai ujian pukul 10.00 hingga 11.40 WIB. Para siswa diwajibkan hadir 15 menit sebelum ujian dimulai dan membawa alat sholat, karena kegiatan sholat Dhuhur berjamaah akan dilaksanakan di madrasah pada pukul 11.40 hingga 12.00 WIB. Salah satu guru pengawas, Ibu Salwa, mengatakan bahwa ujian hari ini berlangsung dengan tertib dan lancar. "Para siswa mengikuti ujian dengan serius dan sesuai aturan. Semoga hasil ujian nanti mencerminkan usaha belajar mereka," ujarnya.